Tampilkan postingan dengan label Mesra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mesra. Tampilkan semua postingan

Senin, Februari 11, 2008

My Valentine



Bulan Februari telah tiba, bunga, coklat, boneka, kartu ucapan, banyak menghiasi rak-rak mall. Begitu pula spanduk, baleho, poster makin banyak meramaikan tiang
dipinggir jalan raya. Tempat hiburan seperti Kafe dan mall juga kian ramai di banjiri tulisan-tulisan dan agenda untuk menyambut peringatan hari valentine.

Karena bulan Februari adalah momentum untuk meluapkan kasih sayang pasangan untuk lawan jenis atau sering di sebut hari valentine. Pada momentum itu tukar menukar
kartu ucapan dilakukan, pesta dirayakan bahkan banyak agenda remaja yang bertemakan valentine.


Kata-kata dan pernak-pernik corak warna pink dan biru muda memenuhi ruangan sebagai simbol kasih sayang mewarnai banyak mal-mal untuk menghiasi bulan ini, kata-kata bak mantra itu dititahkan untuk mengambarkan diaspora remaja untuk saling meluapkan rasa kasih sayang.

Ya. Tepatnya tanggal 14 februari adalah hari yang disebut dengan hari valentine (kasih saying). Sebanarnya The World Book Encyclopedia (1998) melukiskan banyaknya versi mengenai Valentine's Day :

Some trace it to an ancient Roman festival called Lupercalia. Other experts connect the event with one or more saints of the early Christian church. Still others link it with an old English belief that birds choose their mates on February 14. Valentine's Day probably came from a combination of all three of those sources--plus the belief that spring is a time for lovers.

Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama? nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.



Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (lihat: The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity).

Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine's Day untuk menghormati St.Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (lihat: The World Book Encyclopedia 1998(

The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa St. Valentine termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (lihat: The World Book Encyclopedia, 1998).

Kebiasaan mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St.Valentine 14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya dengan musim kawin burung dalam puisinya (lihat: The Encyclopedia Britannica, Vol.12 hal.242 , The World Book Encyclopedia, 1998(

Lalu bagaimana dengan ucapan Be My Valentine? Ken Sweiger dalam artikel? Should Biblical Christians Observe It (www.korrnet.org) mengatakan kata "Valentine" berasal dari Latin yang berarti : Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi to be my Valentine.
Beralih rupa

Namun sejarah keagamaan tersebut telah berbelok jauh dari substansinya. Kini yang telah membudaya adalah hari valentine sering diartikan hanya dengan hari kasih sayang antara lawan jenis, dengan mengimplikasikanya melalui hubungan atau bermesraan pasangan.

Hari bersejarah untuk memperingati dan menghormati St.Valentine yang kebetulan wafat pada 14 Februari dan perayaan hari suci yang penuh hikmat, yang diperingati di tempat ibadah yaitu gereja dengan mengharap bahwa dan berdoa agar tuhan selalu melindungi kepada manusia.

Akan tetapi nilai-nilai tersebut hanya ada dalam cerita teks saja. Realitasnya sekarang telah beralih rupa dengan budaya hedonis dengan melaksanakanya melalui konser musik, makan-makan di kafe, tukar menukar coklat, bunga dan lainya dengan mengatas namakan menyambut hari valentine tetapi ujung pangkalnya adalah budaya konsumerisme.

Kebanyakan para remaja sekarang, memperingai hari valentine hanya berdasarkan arus budaya yang telah mengakar pada lingkunganya, tanpa mengetahui sebab musabab asal dari perayaan hari tersebut, sehingga yang terjadi adalah kesalah pahaman pada hari perayaan tersebut. (amin fauzi)

Read More......

Selasa, Desember 11, 2007

Jadikan Cinta Spirit Hidup


Sekarang generasi mu boy, ingat _ jangan sia-siakan begitu saja. Jangan sampai berakhir dengan tragis. Jose Ortega Y Gassets (1883-1955) mengatakan bahwa suatu generasi akan berakhir apabila kehilangan decisive generation. Jika hanya menjadi segepok manusia yang tanpa arti bagi sekelilingnya, terbang kesana-kemari terombang-ambing angin yang kian tak menentu oleh bingungnya musim. Sama halnya bohong, wujuduhu ka adamihi, adamu di anggap tidak adamu.

Apakah kamu akan bersikap seperti itu, terkapar oleh ketidakmenentuan zaman, dicemooh oleh orang-orang sekelilingmu bahkan diludahi oleh anjing sekalipun karena sikap memblemu.


Nah, hal yang meski kamu lakukan adalah menjadi the most decesive innovators. Dan biasanya ini adalah kelompok kecil dengan bakatnya yang luar biasa dan punya kesadaran jiwa yang tinggi. Menjadi manusia yang berjiawa abadi, sukma yang tak lelap tidur, yang dari kejauhan matanya menatap jelas daerah perawan yang belum pernah terjamah tangan.
Ingat. generasi bukanlah umur atau waktu yang menentukan, melainkan sikap dan pola tingkah laku yang tegas nan bijaksana. Ingat boy_. Please do it!
****

Oke, saat ini mungkin kamu lagi punya rasa atau bisa dibilang punya deep feel for some one yang kamu anggap paling special didunia ini. Pendekatan-demi pendekatan kamu lakukan, serpihan demi sepihan rasamu kamu lontarkan melalui pengorbanan ruang dan waktumu demi meraih empati dan simpatinya.

Tapi paling tidak ada konsekuensi yang harus kamu tanggung juga. Masih ada juga tanggung jawab besar yang kamu emban. Dan itulah salah satu atau secuil proses untuk menuju the most decesive innovators.
J
angan jadikan dia sebagai momok dalam hidupmu, tapi jadikan dia sebagai semangat hidupmu bahkan inspirator dan motivator untuk terus berkreasi demi meraih suksesmu.
Kau bilang cinta itu raising in love bukan falling in love. Ya… cinta sejati adalah ketika bisa bersama-sama tegak, tegak untuk meneduhkan dan menyemai damai bagi dirimu dan orang lain.

Ingat boy…… the most decesive innovators. Kalau tidak sekarang kapan lagi……..(Amin Fauzi)

Read More......

Senin, Oktober 08, 2007

Berani Menggungkapkan Rasa



Rama: hai Sinta…… sorry lama ya nunggunya?
Sinta: hai Rama….. baru aja aku nyampe sini. Yaaah everything is ok..
Rama: ga’ ada kuliah?
Sinta: baru aja selesai, ntar jam 13.00 ada ujian mid semester, do’ain ya..!
Rama: is ok.., doaku akan selalu mengiringimu.

Terdiam sejenak tanpa ada kata-kata, hanya saling menetap sesekali tersipu.

Rama: disini udaranya semilir ya, serasa teduh.
Sinta: ya iyalah secera gitu loo, pohonnya kan rindang. Btw, Rama mau ngomongin apaan ya sama Sinta?

Rama mengembuskan nafasnya lalu mendesah pelan, sepelan angin siang itu

Rama: aku gak tau, mau memulainya dari mana
Sinta: memang tentang apaan?
Rama: ceritanya panjang, abstrak dan absurd hingga aku sulit mengungkapkan lewat kata-kata.
Sinta: ah… Rama sukanya bikin penasaran aja. Kalau sulit, sekarang konkretnya kaya apa deh!
Rama: untuk hal ini ga bisa di konkretkan, karena ini suatu yang luhur, suci nan absbtrak.
Sinta: jadi…. …?
Rama: Sederhananya, aku pengen ungkapkan maaf aja sama Sinta.
Sinta: Maaf apaan, emang rama salah apa?
Rama: aku merasa bersalah aja. Selama ini aku dah sering ganggu waktu Sinta lewat nelfon malam-malam, sms terus-terusan, pengen tahu segala sesuatunya tentang Sinta.
Sinta: Is ok, ga apa-apa kok.
Rama: aku jadi ga enak aja!
Sinta: santai aja lagi….

Keduanya terdiam, sembari menikmati pemandangan kanan-kiri.


Rama: kata foucolt bahwa segala sesuatu tidak bebas nilai. Pernah baca tentang teori itu ga?
Cinta: ya pernah..… segala sesuatu juga tidak bebes kepentingan
Rama: Sebenarnya kalau boleh jujur yang ku laikuin selama ini (sering sms, nelfon, ngurusi kepribadian) ke cinta juga ga bebas nilai, tapi bentuk representasi dendamku pada cinta.
Sinta: dendam….! Memeng sinta salah apa sih?
Rama: sinta ga salah, tapi bagiku sinta adalah penjahat wanita yang paling kejam di dunia ini melebihi kekejaman nazi, bahkan diktator Hitler.
Sinta: terus kejahatanku seperti apa? Maaf….maaf….
Rama: sinta ga jahat secara fisik, tapi secara emosi, dirimu selalu menghantui setiap detik waktu aku. Tapi aku senang dengan hantumu itu, hantu itu membuat aku mabuk rindu. Hingga aku sekarang ga bisa melupakannya
Sinta: kamu ga berusaha mengusirnya?
Rama: sempat aku sesekali mengusirnya. Tapi aku ga mampu, dia lebih kuat bahkan sekarang terpaku dan tertanam jauh dan tulus duduk di lubuk hatiku terdalam. Kamu selalu hadir dan mengada dalam lintasan pikiranku, kamu meneduhkan hatiku, menyemai damai dalam damai. Seperti bersamamu saat ini, kedamaian ada dalam tiap detiknya.

Keudanya membisu, saling menatap mesra… berbagai perasaan campur aduk

Sinta: maksud rama?
Rama: sederhananya, ijinkan aku untuk hadir dan mengada di hati sinta, ijinkahlah aku ikut senang dikala bahagia, biarlah aku jadi obat dikala sinta sedang sakit, biarklah aku meneduhkan dikala sinta serasa panas. Biarlah aku ikut menyemai dalam damaimu.
Sinta:……???????????

Read More......

Jumat, Juni 29, 2007

love

One of man's responsibility is Love



Read More......

Rabu, Mei 30, 2007

Valentine


Hal yang tidak pernah aku lupakan dan menyenangkan dalam hidupku adalah saat malam tanggal 14 Februari 2007 kemarin, tepatnya malam valentine. Dalam sebuah lingkaran forum besar penerima beasiswa Djarum se-indonesia Bertampat di tengah-tengah kolam dalam suasana remang-remang lilin diiringi dengan melodi musik yang melankolis yang letaknya kampong laut maerokoco.
Sebuah game dengan bertemakan cinta. Seorang pembawa acara membawa dua batang mawar merah, kemudian 2 mawat tersebut di acak untuk dikasih kan 2 orang yang berlawan jenis. Kebetulan satu mawar yang menerima saya dan yang satu adalah cewek dari ITS Surabaya.
Kemudian kami berdua suruh berdiri dan berkenalan ditengah-tengah lingkaran forum tersebut. Mulai dari situlah nuansa emosional, romantis dan menyenagkan mulai tertanam. Kita disuruh mengungkapkan perasaan cinta, sayang sambil saling menukar bunga mawar tersebut. kemudian berhadap-hadapan, berpegngan tangan kemudian kami berdansa diringi lagu melankolis, layaknya sepasang merpati yang memadu cinta di malam itu. Semua orang yang ada disitu memberikan tepuk tangan dan nampak tertegun dan takjub akan romantismenya kami berdua.
Usai acara itu kita makan semeja, dan ngobrol panjang dan berlanjut sampai kafe hotel. Berawal dari moment itu banyak sapaan untuk saya. Dan kayaknya kami berdua menjadi populis dimalam itu

Read More......