
Ya Tuhan…..!
Ada ga’ sih orang yang bebannya lebih berat dibandingin aku
Sekarang aku tidak hanya
Miskin kasih sayang
Miskin materi
Miskin sosial
Miskin religi
Miskin hati
Tapi juga miskin ilmu
Ya Tuhan…..!
Apakah aku sombong dengan kemiskinanku?
Tuahanku yang maha pengasih dan penyayang…!
Berilah aku cahaya, agar aku tidak sombong dengan kemiskinanku itu…!
Kamis, September 06, 2007
Miskin
Diposting oleh
AMIN FAUZI was born:
di
8:06 PM
0
komentar
Label: amin
Rabu, Agustus 29, 2007
Undangan seleksi LKT Beswan Djarum 2007 tingkat Regional Jateng-DIY
Djarum Bakti Pendidikan mengimformasikan bahwa pada hari Selasa, tanggal 14 Agustus 2007, Dewan Juri LKT Beswan Djarum 2007 tingkat Regional Jateng-DIY yang terdiri dari Prof. Dr. Sudharto P. Hadi, MES, Ph.D. dari UNDIP Semarang, Prof. Dr. Ir. Budi Widianarko, M.Sc dari UNIKA Soegijapranata Semarang dan Prof. Dr. John Titaley dari UKSW Salatiga telah meluluskan 10 Karya Tulis terbaik dari 32 Karya Tulis Beswan Djarum 2007 tingkat Regional Jateng-DIY yang masuk ke Panitia Djarum dengan tema "Masa Depan Ke-Indonesiaan".
Berikut daftar peserta 10 besar Lomba Karya Tulis Beswan Djarum 2007 yang lolos seleksi tahap pertama tingkat Regional Jateng-DIY
1. Amin Fauzi (IAIN Walisongo Semarang) judul : Tradisi Sedekah Bumi sebagai pencegah Pemanasan Global
2. Dian Novie (UNDIP Semarang) judul : Manfaat Pemberian Ekstrak Meniran (Phyllantus Mariana Niruni) sebagai Obat Bahan Alam dalam upaya Pengendalian Penyakit Infeksi Kusta Stadium Subklinis
3. Ratri M. Handoko (UNIKA Semarang) judul : Apresiasi tarian daerah di Jawa Tengah
4. Rebecca Christiana (UKSW Salatiga) judul : Pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai media pertumbuhan Kombucha pada berbagai pH
5. Makhabbah Jamilatun(UNS Surakarta) judul : Efisiensi Produksi Bioetanol melalui Rekayasa Lactobacillus
6. Daisy Nathania (Atmajaya Yogyakarta) judul : Peningkatan Daktilitas Struktur dengan cara pengekangan pada daerah Inti Beton
7. Andriyanto Budisusetiyo (Atmajaya Yogyakarta) Pengaruh penambahan serat limbah bubutan Besi Ulir terhadap Kuat Tarik dan Kuat Lentur Beton
8. Jajang Abdul (UWM Yogyakarta) judul : Formalisasi agama dan potensi Integrasi dalam GhofurPluralitas masyarakat Indonesia
9. Nur Wijayanti (UNSOED Purwokerto) judul : Usaha pemanfaatan Limbah Padat Tapioka Onggok) sebagai bahan dasar pembuatan Bioplastik melalui modifikasi pati
10. Laela Zuhrida (UMP Purwokerto) judul : Optimalisasi potensi desa menuju desa mandiri berbasis mahasiswa Beswan Djarum
Tahap kedua Lomba Karya Tulis Beswan Djarum 2007 bagi mahasiswa yang lolos seleksi tahap pertama, dimana akan diselenggarakan pada:
1. Tehnikal Meeting LKT Beswan Djarum 2007
* Hari / Tanggal : Rabu, 22 Agustus 2007
* Pukul : 15.00 - selesai
* Tempat : JI. Pandean Lamper IV/16 -Semarang
* Pakaian : Jaket Almamater
2. Seleksi LKT Beswan Djarum 2007 tahap kedua
* Hari I Tanggal : Kamis, 23 Agustus 2007
* Pukul : 08.00 WIB - selesai
* Tempat : JI. Pandean Lamper IV/16 - SemarangPakaian : Jaket Almamater
Diposting oleh
AMIN FAUZI was born:
di
4:07 AM
0
komentar
Label: gue
Rabu, Juli 25, 2007
Musik Kita

“Dunia tanpa musik, ga asyik,” ungkap salah seorang maestro dangdut Indonesia H Rhoma Irama. Pasalnya, walau bukan kebutuhan primer, tapi tanpa musik hidup bisa terasa hampa, jenuh dan sepi. Setiap hari ritme perjalanan hidup kita baik di rumah, kantor, bus selalu di iringi dengan musik apapun itu instrumennya.
Begitu pentingnya sebuah musik, hingga tepatnya tanggal 9 Maret juga di peringati hari musik nasional di negeri indonesia tercinta ini. Karena bicara soal musik tak hanya sekedar hiburan melainkan juga bisa sebagai instrumen kritik sosial yang mencerahkan.
Masih teringat dan terngiang sepuluh tahunan yang lalu, seperti Iwan Fals, Franky Sahilatua, Sawung Jambo dan Leo Kristy, dianggap sebagai ikon “musisi perlawanan” tanah air. Lagu yang di usung selalu memerahkan telinga para pejabat. Hingga pilihan bagi mereka cuma dua, mati atau bui.
Anehnya, lagu bertema ketimpangan sosial tersebut malah menjadi primadona. Ibarat virus, ia menularkan semangat perlawanan atau menggedor ruang kritis masyarakat. Pentas-pentas musik di kampuspun kesengsem. Dalam berbagai pentas, lagu-lagu “pembebasan” tersebut tak lupa dinyanyikan.
Namun seiring dengan perjalanan waktu, semangat tersebut telah berubah. Lagu dengan tema kritik sosial kurang diminati lagi. Musisi sekaliber Iwan Fals pun harus banting setir. Tak lagi bicara idealisme, namun juga menuruti selera pasar.
Apalagi akhir-akhir ini banyak bermunculan musisi-musisi baru dengan beraneka ragam lagunya, bak cendawan di musim hujan. Namun dari banyaknya lagu tersebut, tidak ada lagu yang bermuatan kritik sosial. Musisi baru tersebut tetap mengikuti selera pasar. Seperti halnya lagu cinta tetap menjadi selera pasar sampai dewasa ini.
Padahal, dari dulu sampai sekarang, ketimpangan sosial tak kunjung usai. Lagu iwan Fals berjudul “Galang Rambu Anarkhi” yang bercerita tentang kenaikan harga BBM yang berimbas pada rendahnya daya beli masyarakat, masih relevan hingga kini.
Idealisme dan pasar ibarat dua sisi mata uang, sehingga memadukan keduanya juga tak mudah dilakukan. Apalagi saat ini industri musik tak cukup memberi ruang para musisi yang masih setia mengusung tema kritik sosial dalam lagunya.
Idealnya tidak hanya tak hanya seledar ekspresi diri untuk menghibur, tetapi juga sebagai kritik sosial dan mencerahkan, lebih bagus lagi kalau berani menyuarakan penderitaan rakyat. Sayangnya, realitas pasar mengalahkan segala-galanya.
Diposting oleh
AMIN FAUZI was born:
di
3:40 AM
0
komentar
Label: wacana
